Pages

Tidak ada agama di Indonesia tolak keberagaman

Tidak ada agama di Indonesia tolak keberagaman

Minggu, 12 Februari 2012 16:51 WIB | 3153 Views

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengatatakan bahwa tidak ada agama di Indonesia yang menolak perbedaan dalam acara peringatan Pekan Kerukunan Antarumat Beragama Sedunia 2012.

"Dalam kesempatan yang baik ini kami menyatakan tidak ada agama di Indonesia yang menolak keberagaman. Jangan selalu mencari apa yang beda? Tapi, ambil berbagai persamaan yang ada untuk hidup rukun dan damai di Indonesia" kata Din di Auditorium Nusantara, Gedung MPR/DPR Jakarta, Minggu.

Selain Din, hadir pula ratusan umat beragama di Indonesia yang dipimpin oleh perwakilan dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Andreas Sewangu, Persatuan Hindu Dharma Indonesia(PHDI) I Nyoman Udayana, Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Philip Wijaya, Majelis Tinggi Agama Konghuchu Indonesia (MATAKI) Wawan Wiratma, dan perwakilan dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI).

Dalam acara yang bertema "Keberagaman Menciptakan Harmoni Bangsa Indonesia" tersebut, para pemuka maupun perwakilan dari agama-agama di Indonesia menyatakan komitmen mereka untuk menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di bawah naungan Pancasila.

Din juga mengatakan, pemilihan Gedung MPR/DPR sebagai tempat peringatan Pekan Kerukunan Antarumat Beragama Sedunia bertujuan untuk mendekatkan hubungan antarumat beragama dan wakil rakyat.

Hal tersebut ditanggapi positif oleh Ketua MPR RI, Taufik Kiemas, yang mengatakan bahwa MPR akan mendukung setiap bentuk kegiatan yang mendukung terciptanya harmoni antarumat beragama di Indonesia.

"Dari tahun ke tahun MPR mendukung kegiatan yang mengikrarkan kembali komitmen kerukunan antarumat beragama di Indonesia," kata Taufik.

Sementara itu, wakil PHDI, I Nyoman Udayana, mengatakan bahwa semua manusia di hadapan Tuhan adalah sama. "Hanya baik dan buruk yang membedakan kita. Jadi selayaknya semua manusia hidup rukun dengan segala keragamannya," kata I Nyoman.

Ia mengemukakan, hendaknya ada penghormatan dan penghargaan antarumat beragama sehingga tidak ada lagi istilah kesewenangan kaum mayoritas dan rintihan golongan minoritas.

Selain itu, menurut dia, negara juga harus menjamin kebebasan itu demi menjaga keharmonisan antarumat beragama, "Negara sudah menjaminnya dalam undang-undang, dalam penerapannya jangan ada pilih kasih antara mayoritas dan minoritas."

Pekan Kerukunan Antarumat Beragama Sedunia diperingati selama minggu pertama di awal Februari yang ditetapkan oleh Sidang Umum PBB sejak Februari 2011.

Peringatan ini berfokus pada kesepahaman semua pihak akan pentingnya dialog yang menjembatani antarumat beragama untuk mempromosikan kerukunan dan perdamaian tanpa memandang agama yang dianutnya.
(T.A060)
----------------
jaminan negara jgn mau kalah sama ormas anarkis gan

mosnteruhuy 22 Feb, 2012


                                                             DOWNLOAD VIDEO

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar